cerita-cerita misteri dari agan - agan

Diposting oleh jaka JPI Senin, 21 Februari 2011

Penunggu Kamar Sebelah

Sumber : http://cerita-misteri.reunion.web.id
pas gw kos jaman kuliah dulu..dapet di lt. 4 di lt ini kira kira ada 6 kamar dan pas gw dateng yg terisi ada 4 kamar. tapi yg 2 cuma mahasiswa kursus pendek aja..jadi sebentar mereka juga udah keluar. sementara yg sebelah kamar gw temen kuliah tapi dia pindah karena cari yg murah. gw ga tahu kapan dia pindah..gw juga jarang banget liat dia keluar kamar..ketemunya malah cuma di kampus.

sampe akhirnya suatu malam gw mulai denger suara berisik di sebelah kamar gw.spt orang buka tutup lemari, seret seret kursi...jam 11 malem gitu. buset gw sampe bingung..temen gw tuh ngapain sih malem malem gini berisik banget. apa dia lagi beberes. dan ternyata bukan cuma malem itu aja kejadian..malam berikutnya juga gitu..tengah malem spt ada orang seret seret kursi dan bunyi lemari di buka tutup. besok paginya gw ketok tuh kamar gw pikir ada orang baru. ternyata ga ada jawaban. pas gw ketemu temen gw di kampus gw tanya..apa dia masih suka dateng ke kamar itu. dia bilang dia dah ga pernah dateng..dah lama pindah. hahhh?? gw jadi heran terus suara siapa sih itu. untungnya waktu itu gw blom mikir setan segala macem..jadi gw juga ga mikir serem. ga lama gw juga pindah..dan setelah pindah itu baru gw nyadar klo suara yg gw denger malem malem itu bisa jadi suara penunggu kamar itu yg kali aja kesel ama gw.



Cerita Serem Siluman Gaib Sungai Cipunagara

Sumber : http://ceritaseremku.blogspot.com

Beberapa hari kemaren saya mendengar kisah nyata sebuah cerita serem yang menceritakan tentang makhluk gaib penghuni sungai cipunagara.... cerita ini bener-bener serem dan membuat bulu kudukku merinding, beginilah cerita serem tersebut, coba disimak baik-baik.


Karena lambaian tangannya akupun berenang mendekatinya padahal menurut temanku dia tidak melihat sosok siapapun disana. Setelah aku mendekat, dia langsung menarik lenganku dan mengajak berjalan-jalan, yang paling aneh tiba-tiba aku dan dia sudah berada ditengah taman bunga yang amat asri. Saat itu aku benar-benar terpesona akan kecantikan paras dan tubuh sintal yang selalu bergayut manja disampingku. Tubuhnya yang menguarkan bau yang harum memabukan dan tatapan mata yang tajam mampu menghipnotis jiwa dan ragaku hingga luluh lantak tak berdaya.

Di taman nan indah dan asri itu kami bercengkrama dan saling mengenalkan diri masing-masing namaku nawang ayu siapa nama akang ucapnya mengenalkan diri sambil balik bertanya.
Ahmad warga kampong dekat sini jawabku menyambut uluran tangannya sementara mataku tak lepas menatap tubuhnya yang amat sempurna dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Dimana nyai tinggal dan dengan siapa tanyaku ingin tahu. Ya inilah tempatku, aku tinggal bersama orangtuaku, ujarnya sambil tersenyum manis. Hah.. nyai tinggal ditaman ini selorohku pura-pura terkejut.
Ya bukan ditaman ini, ya disana dirumah kedua orangtuaku, sahutnya sambil bersandar manja.
Bersamaan dia menunjuk tampak didepanku tampak bangunan megah yang belum pernah kulihat seumur hidupku. Padahal sebelumnya aku tak pernah melihat bangunan apapun disana .

Akang ahmad sudah punya istri?? Selidiknya ingin tahu. Belum, mana ada gadis yang mau sama orang seperti aku, kataku merendah. Ah akang bisa aja padahal nyai juga mau jadi istri akang, asal akang juga mau jadi istri nyai, ucapnya terus terang. Mendadak jantungku berdetak kencang mendengar kesungguhannya. Mau tidak jadi istri nyai? Tanyanya penasaran. Akang ingin ketemu dulu dengan orang tua nyai, kataku memohon. Kenapa tidak? Ayo ikut nyai sekarang. Ajaknya sambil menarik tanganku beranjak meninggalkan taman bunga.

Kamipun berjalan diatas bebatuan selebar dua meter yang tertata rapih dan memanjang hingga kedepan bangunan mewah didepan sana. Dikiri kanannya ditumbuhi aneka bunga nan harum semerbak. Bak dua insane yang telah lama menjalin cinta kamipun berjalan bergandeng tangan dan sesekali diselingi saling peluk.
Semakin dekat aku semakin terpana menyaksikan kediaman kedua orangtua Nawang Ayu. Aku sempat merasa rendah diri pasalnya jauh sekali dengan tempat tinggal orang tuaku. Melihat hak itu nawang ayu masih tetap memaksaku masuk kedalam rumahnya. Diseberang meja tampak duduk seorang lelaki dan wanita paruh baya yang berwajah anggun penuh wibawa.

Kang ahmad ini bapak dan ibuku ujar nawang ayu mengenalkan kedua orangtuanya sambil tertunduk lesu dan rasa malu yang teramat sangat aku hany bisa mengangguk dan dengan kelu menyebut namaku rasanya aku tak sanggup menatap keduanya kala itu aku ibarat tahanan yang menunggu vonis hakim. Pak, bu, ini temen nyai yang ingin ketemu namanya ahmad ucap nawang ayu seolah ingin menyadarkanku maksud kedatangan ku. Dimana nak ahmad tinggal dikampung bojong jawabku singkat. Ayo jangan malu-malu...... ayo katakan kepada bapak maksud kedatangan nak ahmad kesini timpal nawang ayu sambil tersenyum. Ayo katakana nak ahmad kata wanita tua itu menyuruhku bicara terus terang. Sebenarnya saya dating kesini untuk melamar puteri bapak dan ibu, tuturku dengan diliputi rasa was-was. Kapan utusan dari keluarga nak ahmad akan dating kesini? Tanya bapak nawang ayu. Dengan sepontan dan tanpa sadar aku menyebut hari tanggal dan bulan lamaran nanti. Padahal secara akal sehat mustahil aku akan melangsungkan pernikahan selain belum memiliki persediaan sebagaimana lelaki suku sunda, aku juga tidak tahu apakah kedua orang tuaku berkenaan atau tidak.

Kemudian bapak nawang wulan berkata yang berisi ancaman bila aku ingkar janji. Camkan nak ahmad, janjimu itu harus ditepati apa bila ingkar rohani dan jasmani mu akan berubah seperti kami.

Dan setelah mengakhiri kata-katanya tiba-tiba suasana menjadi gelap gulita. Ketika terang, wujud nawang ayu pun sudah berubah dari pusat sampai bagian bawah tubuhnya berubah menyerupai seekor uadng begitu juga kedua orangtuanya. Setelah aku melihat wujud mereka yang sebenarnya, perlahan.. tubuh ku melesat terbang keatas dan tiba-tiba aku sudah berada di permukaan sungai cipunagara dengan perlahan aku berusaha berenang menepi. Dan aku ditemukan oleh warga yang memang sejak semalaman mencariku.

Aku bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Kata temanku yang mandi bersamaku, saat aku mandi di sungai aku tenggelam dan hilang disungai, dan saat dicari oleh warga, mereka tidak berhasil menemukanku. Mereka bingung karena mustahil ada yang bisa bertahan dan hidup didalam air semalaman.

Setelah itu aku dibawa pulang warga, setibanya dirumah aku menceritakan semua kejadian yang aku alami kepada keluargaku. Rupanya orangtuaku mempercayai dan menanggapinya dengan serius.

Akupun dibawa ke seorang paranormal di indramayu, yang dianggap bisa mengobati, hasilnya untuk sementara aku harus menetap dimushola sampai batas waktu yang aku janjikan akan menikahi putrid siluman itu. Bila siang aku tidur dan malamnya aku berjaga ditemani beberapa orang yang terus mengaji melantunkan ayat-ayat alqur’an sepanjang malam dan baru berhenti saat subuh tiba. Begitulah hari-hari yang kulalui sampai waktu yang kujanjikan lewat.

Dan benar setelah aku kembali dan beberapa hari tinggal dirumah, tiba-tiba ada wanita cantik yang misterius yang sedang mencariku dirumah, dan saat aku dipertemukan oleh ayahku dengan wanita itu, tiba-tiba wanita itu menggelengkan kepala dan menyatakan bukan diriku yang sedang dia cari.



Cerita Serem Hantu Kuntilanak Kuburan Cina


Biasanya kuburan cina seringkali diliputi cerita misteri dan cerita serem dan ternyata perkataan tersebut benar, salah satunya kisah nyata berikut ini, cerita serem tentang kemunculan kuntilanak dimakam cina atau sering disebut bong cina......



Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih demikian kata pepetah klasik yang kurasakan sangat pas sekali dengan bisnisku yang belakangan ini hancur lebur. Maksud hati melebarkan usaha dengan membuka bengkel karoseri, bisnis jual beli mobil bekasku yang selama ini lancer kini hancur berantakan. Padahal segala jenis uasaha yang aku lakukan itu telah aku usahakan secara intensif. Mulai dari hal yang sifatnya managerial hingga hal yang sifatnya spiritual. Mitra bisnis yang selama ini lengket denganku kini pergi meninggalkan ku. Bahkan mereka tak peduli dimana aku tinggal setelah barang-barangku disita.

Singkat cerita Karena masih ada sisa sedikit uang, aku beli rumah murah didekat pemakaman tionghoa didaerah pinggiran sungai cisadane. Jalan Imambonjol kota Tangerang. Jujur saja sebenarnya aku takut tinggal didaerah pekuburan itu. Tidak hanya aku saja istri dan anakku pun sempat protes kepadaku. Tapi setelah aku yakinkan mereka akhirnya merekapun mengerti.

Sejak kami pindah kerumah berukuran 180 meter itu istri dan ankku tidak ada yang pernah keluar malam. Mereka hanya dirumah mengurung diri dan menonton TV. Jalan menuju rumahku adalah jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Saat melewati jalan kecil itu kamipun harus berjalan diantara makam-makam orang cina disisi kiri dan kanan nya. Selain kuburan china, disekitar rumahku juga terdapat kuburan yang tidak terawat, dengan rerumputan setinggi leher kuda, selain ilalang pemakaman itu ditumbuhi pohon-pohon jarak, akasia, mahoni dan angsana.

Pada hari raya imlek kami sekeluarga pergi kerumah orangtuaku dengan meminjam mobil dari adikku tanjimhan, rumah orangtua ku terletak didaerah cipaganti bandung utara. Semua keluarga kami berkumpul malam itu, rencananya aku mau menginap satu minggu disana namun karena mendapat perlakuan yang buruk dari kakakku yang tidak senang dengan istri ku aku buru-buru pulang setelah mendapat bantuan dana.Aku berangkat dari bandung tepat pada pukul 12 siang dan sampai dikota tangerang pada pukul 18.00 sore. Masuk kepemakaman sekitar pukul 18.15 saat adzan magrib terdengar. Karena mobil tidak bisa masuk kelokasi rumah maka kendaraan itu sengaja kuparkir didepan jalan masuk makam. Sementara kami harus berjalan sekitar 250 meter. Sore itu udara cukup dingin dipemakaman yang biasa disebut bong cina atau kuburan cina. Selain baru turun hujan yang sangat lebat angina kencang juga berhembus dari selatan hingga menggoyang-goyang seluruh pepohonan yang tumbuh disana. Ditengah jalan yang becek kami berempat dengan hati-hati melangkah, tapak kaki kami harus tepat memilih jalan agar tidak terjatuh.



Tiba-tiba kami mencium bebauan yang sangat wangi muncul dari sebuah makam yang bertuliskan Tio Ciu berwarna hitam. Dinisan makam yang menebarkan wewangian itu bertuliskan Ten Nie Wo lahir tanggal 13 desember 1956 wafat tanggal 3 januari 1981. kami memperhatikan betul nisan berwarna kusam dengan bercak-bercak hitam karena ditumbuhi lumut itu. Sementara bau mawar bercampur dengan bau hio merah menyengat menguar dari makam gadis berumur 24 tahun itu.

Papi, bau makam ini sangat tajam, papi juga mencium bau aneh itu kan? Tanya gie istriku, yang dijawab 2 anakku. Rupanay mereka berdua juga mencium bau yang agak aneh. Disini tidak ada manusia lain bagaimana ada bebauan sekeras ini desis gie sambil menatap tajam ke makam tio. Sebelum langkah kami melaju meninggalkan makam tio tiba-tiba ada suara cekikikan dari makam itu bersama dengan suara cekikikan itu muncul asap tipis berwarna putih mengudara dari dalam makam.

Makam itu mengeluarkan asap pekik istriku, dua ankkupun merapat pada ibu mereka dan bertanya tentang asap itu. Aku memerintahkan gie dan kedua anakku untuk buru-buru jalan. Pikirku ada sesuatu yang tidak beres dimakam itu. Sebab menurut cerita yang aku dengar jika ada hantu mau keluar kuburan berhantu terlebih dahulu mengeluarkan asap. Benar saja, dalam hitungan detik setelah asap itu mengepul, tiba-tiba asap itu berubah menjadi sosok manusia. Sementara anak dan istri ku melaju kedepan aku mengawasi perubahan wujud itu. Puji tuhan pelan tapi pasti sosok manusia itu nampak seperti seorang perempuan bergaun putih panjang dengan rambut panjang tebal menutupi mukanya.

Hantu...hantu..kuntilanak, pekikku diluar kendali kesadaran, karena pekik kerasku itu dua anakku mengkeret memelukku karena rasa takut yang terasa sangat. Kami segera berlalu tapi langkah kami terasa tersendat seakan ada tangan-tangan lain yang mencengkeram kaki kami. Sementara makhluk aneh itu diam saja diatas makamnya. Kuntilanak itu terlihat sangat menyeramkan. Sambil terus menerus tertawa cekikikan yang merindingkan bulu kuduk. Tuhan lindungi kami dari gangguan kuntilanak ini, lindungi kami dari gangguan makhluk alam lain ini. Doaku sambil tertatih-tatih menggandeng istri dan anakku melaju menuju rumah. Karena rasa takut yang teramat sangat aku tidak lagi mempedulikan sosok wanita kuntilanak itu aku terus saja berjalan menuju rumah. Sampai didepan rumah untuk terakhir kali aku menengok kearah makam tio itu namun sosok makhluk kuntilanak itu telah hilang, tidak ada di atas makam. Kami buru-buru masuk rumah dan mengunci pintu, semua lampu kami nyalakan dan TV pun kami hidupkan untuk menetralisir rasa takut yang kala itu bergolak hebat. Disekitar rumah kami memang ada beberapa rumah tapi lebih banyak ditinggalkan oleh penghuninya. Setelah beberapa saat kami bristirahat dan menenangkan keadaan tiba-tiba terdengar suara pintu dapur diketuk-ketuk. Ketukan itu sangat konstan.

Siapa itu?? Tanyaku, agak keras.

Sebelum Tanyaku dijawab, tiba-tiba terdengar suara cekikikan perempuan kuntilanak dari pintu dapur, bau wangi menyengatpun kembali tercium, nah benarkan hantu kuntilanak itu datang kerumah!” Batinku. Karena takut, jantungku berdebar hebat
Dan seluruh sendi-sendi tulangku terasa kaku, malam itu rumah kami terasa menjadi neraka jahanam kami merasa ketakutan bersama-sama. Hari yang sangat nahas dan membuat kehidupan kontan menjadi sesak. Suar-suara cekikikan itu muncul dari arah mana saja, bau wangi yang sangat menyengat menyelimuti rumah kami. Aku merasa kuntilanak yang menggangu kami tidak hanya satu karena suara cekikikan itu sangat ramai, ketukan pintupun semakin lama semakin keras tidak hanya pintu dapur kini pintu depan pun juga diketuk-ketuk seolah minta dibukakan pintu, semakin lama suara cekikikan tu semakin mendekat.. dan kami hanya bisa diam ketakutan. Setelah lama dalam terror ketakutan pelan-pelan suara itu pergi menjauh, menjauh, menjauh dan akhirnya suara kuntilanak itu menghilang. Kamipun sedikit demi sedikit merasa lega, kamipun beristirahat dan berharap hantu kuntilanak itu tidak kembali.

Esoknya aku ceritakan peristiwa yang aku alami kepada penjaga makam, Pak Rusli 56 tahun. Dia menceritakan bahwa hantu itu memang sering muncul dan bahkan dia sering nampak. Pak rusli juga menceritakan kalau Ten Nie Wotio yang berada dimakam itu mati karena bunuh diri, Tio meninggal setelah menggantung diri di pohon angsana dibelakang rumahnya dalam keadaan hamil tua dikampung egrek 500 meter dari rumah saya. Tio putus asa karena selain ayahnya meninggal karena serangan jantung kekasihnya William Lee meninggalkannya dan pergi ke korea selatan.

Sekarang anda sudah tau dan sudah melihat sendiri, dan saya yakin anda tau apa yang harus dilakukan kedepan. Hantu kuntilanak tio setiap bulan sekali muncul dengan perwujudan seorang wanita bergaun putih panjang dengan rambut panjang tebal menutupi wajah. Kisah nyata tersebut merupakan cerita serem yang gak bakal aku lupakan seumur hidup.

------------------------------------------------------------------------------

0 komentar

Posting Komentar